Sabtu, 06 Agustus 2011

nikmatnya Ukhuwah

cerita dari seseorang........................
Suatu saat ketika saya akan mutasi ke suatu daerah yang baru, saya tinggal menghubungi ikhwah di daerah tersebut. Bahwa saya butuh kontrakan dengan kisaran harga sekian dan sekian. Dalam waktu tidak berapa lama, kontrakan yang saya butuhkan sudah disiapkan dengan beberapa pilihan. Saya heran, koq bisa cepat sekali mendapatkan kontrakan, sedangkan dulu saya butuh hampir setengah tahun untuk mendapatkan sebuah kontrakan. Ternyata dia mengerahkan beberapa ikhwah untuk mencarikan tempat tinggal bagi saya…saya jadi terharu.

Saat ini, saya terkena gelombang mutasi. Alhamdulillah, saya tidak perlu bingung mencari kos-kos-an…karena disaat saya butuh…ternyata pertolongan Allah dekat. Seorang ikhwah menawarkan saya sebuah kos. Bahkan bersedia mengantarkan saya dari KPP Sekarang ke KPP Tujuan...Jazakallah Akhi..

Banyak sekali saya dapatkan nikmatnya persaudaraan ini, diatas hanya sebagaian kecil dari nikmatnya ukhuwah. Saya termasuk paling terharu apabila bertemu ikhwah (apalagi lama tidak jumpa) lalu saling berpelukan….rasanya koq lain.

Ukhuwah berarti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Tak heran apabila persaudaraan merupakan salah satu bentuk keimanan yang terikat oleh akidah yang amat kuat. Sedang perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang dalam tempat yang hina. Oleh karena itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri (itsar). Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.

Memang, …para sahabat sangat mengutamakan sahabat yang lain ..seperti kisah ustadz Fathur tentang Salman al Farisi…saya jadi sedih…apakah saya sudah mengutamakan ikhwah yang lain dibanding diri ini. Kayaknya jauh panggang dari api hehehe..silaturahim aja pas liqo…Astaghfirullah…(ustadz fathur help me…bagaimana agar bisa mencapai itsar ini..)

Atau seperti Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’. Sa’ad ketika berkata kepada Abdurrahman, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah ia.”

Begitulah. jamaah dakwah yang telah bermetamorfosis menjadi negara di atas tanah Madinah itu menjadi solid dan kuat. Kekuatan utamanya bertumpu pada keimanan. Lalu kekuatan ukhuwah. Ukhuwah yang senantiasa terjaga inilah yang menjamin berlangsungnya fase konsolidasi negara. Bersama-sama, mereka siap mempertahankan Madinah dari segala ancaman yang datang. Ukhuwah yang selalu terpelihara inilah yang menjamin kokohnya eksistensi Madinah. Bersama-sama, mereka siap melindungi dakwah dengan apapun yang mereka miliki.

Ukhuwah yang tulus, yang mendekati itsar atau bahkan mencapainya, akan menjadi faktor penyebab keteguhan serta kekokohan jamaah dakwah dalam menghadapi segala medan amal dan mihwar apapun. Sebaliknya, saat ukhuwah itu mulai pudar, bahkan salaamatush shadri pun tidak, akan membuat jamaah segera hancur, betapapun hebat slogannya dan betapapun tinggi cita-citanya.


Tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah Salaamatus shadr; selamatnya hati dari berbagai prasangka buruk dan perasaan tidak enak terhadap sesama ikhwah. Ini adalah batas minimal ukhuwah, jika diterjang, maka ukhuwah itu terkoyak dan timbullah pertentangan dan perpecahan. “Kedua hal ini” kata Syaikh Muhammad Abdul Halim Hamid, “dapat mengantarkan jamaah pada kekalahan dan kehancuran.”

Saat ada beberapa kader yang mulai berkantor di parlemen, dan membaik ekonominya… ketika al akh tidak bisa mendatangi kegiatan liqo dll, Astaghfirullah…..

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. (QS. Al-Hujurat : 12)

Sebagai penutup, marilah kita renungkan nasehat Hasan Al-Banna ini:

Hendaklah kalian saling mencintai dengan sesama. Hendaklah kalian sangat peduli pada ikatan kalian, karena itulah rahasia kekuatan dan keberhasilanmu. Dan tetaplah tegar sehingga Allah memberikan keputusan dengan hak antara kalian dan kaummu. Dia adalah sebaik-baik Pemberi keputusan. (Risalah Bainal Amsi wal Yaum).
================================================== ==============================

Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu. Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.

dari sinilah FALMA Jakarta ingin bekrjasama dengan FALMA seluruh Indonsia untuk menyatukan dalam sebuah wadah, sehingga ukhuwah diantara alumni Ma'ahid terjalin dalam sebuah organisasi dalam bentuk yang besar ....FALMA Indonesia

Rabu, 06 Juli 2011

DAUROH SYAR'IAH

Nah!!!!! kalau yang iini khusus buat anak2 Ma'ahid kelas XI dan XII, ayo ikutan !!!!

Sabtu, 11 Juni 2011

Dauroh FALMA gemparkan kota kudus

Menanggapi banyaknya pertanyaan dari siswa-siswi MA Ma'ahid Kudus dan fans-fans FALMA Jakarta seputar daurah syar'iah dan lughowiyah , kami sampaikan kabar gembira bahwa daurah syar'iah dan lughowiyah insyaallah akan kembali dilaksanakan pada bulan juli 2011, dengan temaMenjawab Tantangan, Meraih Masa Depan”.

Kami FALMA Jakarta berusaha melayani dan memberikan informasi tentang seminar-seminar islami dan info ter'update beasiswa kuliyah dari dalam maupun luar negri bagi siswa-siswi MA Ma'ahid pada khususnya dan fans-fans FALMA Jakarta se-Indonesia pada umumnya.

Minggu, 29 Mei 2011

pendaftaran lipia

Dibuka pendaftaran mahasiswa baru semester ganjil LIPIA Jakarta. Waktu pendaftaran I'dad, Takmily & Syariah : senin,18 Rojab 1432 H s/d 4 Rojab 1432 H atau selasa 20 juni 2011 M s/d 5 juli 2011 M. Waktu Ujian i'dad, Takmily & Syari'ah : Selasa, 15 ...Syawal 1432 H atau 13 September 2010 M

Tempat Pendaftaran : Kampus LIPIA. Jl. Buncit Raya No. 5A Jakarta Selatan Fax: 7826002 . Box 3345 Kode Pos : 10002 Untuk informasi yang lain silahkan telpon ke kantor LIPIA langsung Telp : 7814485-7814486

Materi Test
1. Materi Ujian I'dad meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof insya dll.
2. Materi Ujian Takmily meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof dan Balaghoh, sangat diutamakan yang berasal dari I'dad LIPIA sendiri, karena soalnya banyak dari materi Balaghoh I'dad
3. Materi Ujian Syariah meliputi : Aqidah, Tafsir, Fiqih, Usul Fiqih, Tsaqofah, Hadits, Ilmu Hadits dll. Agak berat memang untuk materi tes masuk syariah di LIPIA, makanya harus banyak belajar.

Syarat Pendaftaran :
1. Calon Mahasiswa sudah tamat aliyah atau yang sederajat untuk bagian : - I'dad lughawi : nilai rata-rata minimal 7 dan ijazah belum lewat 3 tahun. -Takmily : nilai rata-rata minimal 8 dan ijazah belum lewat 4 tahun. -Syari'ah: nilai rata-rata minimal 8 dan ijazah belum lewat 5 tahun.
2. Sehat jasmani & rohani
3. Berkelakuan baik
4. Mampu berbahasa arab dengan baik ( baca, tulis dan bicara )
5. Hafal Al-Qur’an (Minimal 2 juz untuk Takmily, 3 juz untuk Syari'ah).
6. Mengkhususkan diri sepenuhnya untuk belajar di LIPIA
7. Belum pernah diberhentikan dari LIPIA
8. Lulus tes tulis & tes lisan

Berkas yang diperlukan
1. Foto Copy Ijazah yang sudah dilegalisir
2. Transkrip nilai & raport terakhir
3. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku / SKCK (asli)
4. Surat Keterangan Sehat dari Dokter yang masih berlaku (asli)
5. Foto copy KTP yang masih berlaku
6. Pas Foto terbaru : (4×6) 2 lembar, (3×4) 2 lembar, (2×3) 2 lembar
7. Rekomendasi dari Sekolah atau tokoh masyarakat

Masa belajar : I'dad Lughowi (Persiapan Bahasa) : 2 tahun ( 4 semester) Takmily (Pra Universitas) : 1 tahun ( 2 semester) Syariah (S1) : 4 tahun ( 8 semester ) Informasi ini didapat dari pengumuman yang ditempel di LIPIA Jakarta ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab)

surat at taubah gak pke basmalah


Kenapa gak pake basmalah?
                Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, pada kesempatan kali ini saya membahas tentang salah satu keistimewaan yang terdapat pada surat At Taubah, saya sadar bahwa tulisan saya ini masih jauh dari sempurna, namun saya berharap kekurangan itu masih bermanfaat bagi kita semua. Amin
                Surat At Taubah termasuk surat Madaniyah dan terdiri dari 129 ayat, dan termasuk deretan surat yang terakhir turun di Madinah Munawarah, disebut surat At Taubah karena di dalamnya memuat kisah taubatnya orang-orang mukmin secara umum, dan tiga orang yang tertinggal dari perang tabuk secara khusus.
 
لقد  تاب الله على النبي والمهاجرين واللأنصار الذين اتبعوه في ساعة العسرة من بعد ما كاد يزيغ قلوب فريق منهم ثم تاب عليهم إنه بهم رءوف رحيم(117)  و على الثلاثة الذين خلفوا حتي إذا ضاقت عليهم الأرض بما ربحت وضاقت عليهم أنفسهم وظنوا أن لاّ ملجأ من الله إلاّ إليه ثم تاب عليهم ليتوبوا إنّ الله هو التوّاب الرحيم (118)
 
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,(117). dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, Padahal bumi itu Luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(118)
                Tiga orang yang ditunda pengampunannya adalah Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Ar Rabi’.
                Surat At Taubah dinamakan juga surat Al Bara’ah karena di dalamnya terdapat pernyataan bahwa Allah dan RasulNya berlepas diri dari sikap munafik yang ditunjukkan oleh musuh Allah. Surat At Taubah dinamakan juga surat Al Fadhihah (penyingkap), karena surat ini menyingkap rahasia orang-orang munafiq. Dan surat ini merupakan satu-satunya surat dalam Al Qur’an yang tidak dimulai dengan lafadh basmalah, setidaknya ada lima pendapat mengenai hal ini yaitu :
1. Pendapat Pertama
                Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab pada zaman jahiliyah apabila dua kaum mempunyai ikatan perjanjian, dan salah satu kaum ingin melanggar perjanjian atau membatalkannya, maka mereka berkirim surat tanpa diawali lafadh basmalah. Maka dalam hal ini Allah (dengan surat ini) membatalkan perjanjian antara Rasulullah dengan orang-orang musyrik. Sehingga surat ini turun tanpa dimulai dengan lafadh basmalah sebagai bentuk pembatalan suatu perjanjian.
2. Pendapat Kedua
                Diriwayatkan dari Utsman oleh An Nasa’I dengan isnadnya berkata: Ibnu Abbas bercerita kepada kami, “Saya pernah bertanya kepada Utsman , apa yang menyebabkan anda mebaca surat Al Anfal yang termasuk Al-Matsani (jumlah ayatnya kurang dari seratus) sampai surat Al Bara’ah yang termasuk Al Miaini (jumlah ayat lebih dari seratus) dengan tanpa memberi batas bacaan Bismillahirrahmanirrahim dan anda memasukkan kedua surat tersebut menjadi satu dalam golongan Sab’ut Thiwal (deretan surat yang terdiri dari Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa’, Al Maidah, Al An’am, Al Anfal bersama At Taubah menjadi satu). Berkata Utsman : Sesungguhnya Rasulullah apabila turun kepada beliau wahyu, beliau memanggil sebagian sahabat untuk menulisnya dengan memerintahkan, “Letakkanlah ayat ini dalam surat yang menyebutkan begini dan begini”. Surat Al Anfal ini adalah yang pertama kali turun di Madinah, sedangkan surat Al Bara’ah adalah yang terakhir kali turun di Madinah. Kisah yang terkandung dalam surat Al Anfal  mirip dengan kandunga surat Al Bara’ah. Sampai dengan wafatnya Rasulullah menerangkan kepada kami bahwa keduanya adalah satu bagian; maka saya padukan keduanya dan tidak saya tulis antara keduanya bacaan Bismillahirrahmanirrahim.
3. Pendapat Ketiga
                Kharijah dan Abu Ishmah berkata : Ketika mushaf Al Qur’an ditulis di masa khalifah Utsman, para sahabat berselisih tentang surat Al Anfal dan Al Bara’ah. Sebagian berkata bahwa keduanya adalah satu surat, sedang yang lain berpendapat bahwa masing-masing surat berdiri sendiri. Maka saya mengambil jalan tengah dengan meletakkan batas antara keduanya demi mengikut pendapat yang mengatakan keduanya merupakan dua surat dan tidak menuliskan Bismillahirrahmanirrahim mengikut pendapat bahwa keduanya adalah satu surat. Akhirnya kedua golongan tersebut menerimanya. Dan hujjah keduanya ditetapkan dalam mushaf.
4. Pendapat Keempat
                Ini adalah pendapat Ali :
                Berkata Abdullah bin Abbas, “Saya bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, mengapa di surat Al Bara’ah tidak ditulis bismillahirrahmanirrahim ? “ Beliau menjawab : “Karena bismillahirrahmanirrahim menandakan keamanan, sedang surat Al Bara’ah turun dengan pedang yang tidak menandakan keamanan.”
5. Pendapat Kelima
                Berkata Al Qurthubi : “Yang benar bahwa tasmiyah tidak ditulis karena Jibril tidak menyebutnya, sedang bismillahirrahmanirrahim itu diturunkan bersama Jibril, bukan dari Rasulullah, maka Rasulullah tidak menyuruh menulisnya.”
                Itulah pendapat-pendapat tentang tidak diawalinya surat At Taubah dengan tasmiyah yang saya tahu. Wallahu a’lam 

(by : Rusydan AH)
                 



Rabu, 04 Mei 2011

Inilah beberapa kegiatan kemaren

Inilah para aktifis FALMA dalam acara pemilihan dan pergeseran jabatan.
yang sebelumnya di pimpin oleh Abdul Malik dari kota asal ma'ahid yaitu Kudus, dan sekarang sudah di gantikan oleh akh Ibadurrahman dari kota penghasil mutiara laut alias kota Rembang,Jawa Tengah.



dan dalam pemilihan kemaren terjadi persaingan sangat ketat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, dan menghabiskan banyak tenaga, akhirnya diadakan acara makan deh........

Minggu, 24 April 2011

sejarah berdirinya ma'ahid

Pondok Pesantren Ma'ahid Kudus berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Maahid ( PENDISMA ). Yayasan ini sendiri adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Kabupaten Kudus. Didirikan pada tahun 1937 oleh KH. Abdul Muchith -rahimahullah- sepulangnya dari menimba ilmu di Universitas Al Azhar Mesir. Berdirinya PENDISMA dilatarbelakangi oleh upaya beliau dalam melakukan tajdid (pembaharuan) terhadap pemahaman Islam yang sebenarnya ditengah masyarakat.
Pada awal berdirinya, sistem pengajaran yang diterapkan adalah sistem pondok pesantren tradisional. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, PENDISMA melakukan berbagai adaptasi dan akselerasi dengan sistem pendidikan yang distandarkan oleh pemerintah. Diantaranya dengan mengintegrasikan kurikulum pendidikan umum ke dalam kurikulum pesantren dan ikut serta dalam ujian negara. Lalu diikuti dengan pendirian Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Diniyah yang semuanya dibina langsung oleh Yayasan PENDISMA.
Dengan pembenahan tersebut, PENDISMA diharapkan mampu menjadi salah satu lembaga pencetak kader umat dan bangsa yang menguasai ilmu-ilmu agama dengan ilmu- ilmu umum secara seimbang. Berguna bagi masyarakatnya dan siap menjawab tantangan jaman.